Category: Kelistrikan

Buatlah Penginstalan Telepon Lebih Aman Dengan Teknisi Berlisensi

Buatlah Penginstalan Telepon Lebih Aman Dengan Teknisi Berlisensi

Telepon merupakan alat komunikasi yang memanfaatkan signal suara sebagai pesan penyampai. Seperti alat elektronik pada umumnya, sebelum digunakan telepon juga harus melalui tahan instalasi. Untuk pemakaian skala besar, biasanya instalasi dilakukan oleh kontraktor kelistrikan, mekanikal elektrikal dan juga kontraktor HVAC

Telepon telah populer sejak pertama kali ditemukan oleh Antonio Meucci pada tahun 1871 dengan nama Sound Telegraph. Pada awal penggunaanya, telepon difungsikan sebagai alat pembidik dan penangkap radar dalam perang. Tetapi setelah berkembangnya waktu, telepon telah digunakan seperti yang telah kita ketahui.

Namun, penggunaan telepom tak seramai dahulu. Alat ini mulai tergantikan oleh alat komunikasi yang lebih praktis. Hanya perusahaan-perusahaan besar dan beberapa individu saja yang masih setia menggunakannya.

Dalam pemakaiannya, telepon menggunakan tenaga listrik yang berasal dari sub pusat dengan tegangan yang masih tinggi. Untuk menjaga keamanan, pemakaian teknisi yang berlisensi sangat dianjurkan.

Teknisi yang pertama berasal dari kontraktor listrik. Ia akan bertanggung jawab atas pembuatan desain, pemasangan telepon dan pemelihaan sistem. Sedangkan untuk pengaturan sistem listrik dan beberapa peralatan yang membutuhkan tenaga listrik akan diambil alih oleh ahli mekanikal elektrikal.

Selain memperhatikan faktor kelistrikan, instalasi telepon juga perlu mengatur udara sekitar instalasi agar tak terjadi sambungan arus pendek. Di sinilah peran kontraktor HVCA (heating, ventilation, dan air-conditioning) akan dibutuhkan.

Bagian dan Cara Instalasi Telepon Oleh Kontraktor Listrik, Mekanikal Elektrikal dan HVAC

Sebelum pengoperasiannya, ada baiknya untuk mengetahui bagian-bagian telepon terlebih dahulu. Hal ini dimaksudkan untuk mempermudah perawatan..

1. Microphone

Bagian inilah yang memproses suara kita dalam membran logam berbentuk tipis (diaphragm) agar mudah dibaca oleh telinga pendengar. Pada umumnya, satu set telepon memiliki 14 diaphragm di gagangnya..

2. Speaker

Bagian telepon yang digunakan untuk mengubah gelombang listrik menjadi gelombang suara.

Suplex Coil

Bagian satu ini berguna untuk meredam suara yang kita ucapkan agar tak terpantul (bergema)

4. Hook Switch

Bagian yang mirip tombol power ini digunakan sebagai switch (saklar) yang berfungsi memutus dan menyambungkan telepon.

Baca juga: TERKENAL AKAN KEKUATANNYA, INILAH CARA KHUSUS YANG DIPERLUKAN UNTUK MEMOTONG KACA TEMPERED

5. Ringer

Digunakan sebagai nada pengingat saat ada telepon masuk.

Selesai mengetahui bagian-bagian telepon, kita bisa memulai ke pembahasan berikutnya mengenai Instalasi telepon.

Saat penginstalasian, listrik akan mengalir dari sumber primer yang diturunkan sesuai kebutuhan ke sumber sekunder. Biasanya terdiri dari sepasang sochet outlet telepon, pengkabelan, dan penyambungan ke panel sekunder.

Beberapa istilah ini yang akan menemani kalian saat proses instalasi telepon:

  •  Pair (pasangan)

Sebuah sebutan untuk rangkaian kabel. Biasanya, saat penginstalan hanya memerlukam satu buah saja.

  • TB (Terminal Box)

Tempat bertemunya kabel sekunder dengan kabel panel utama.

  • IDF (Intermedite Distribution Fram)

Merupakan penghubung antara Fb Dan MDK (main distribition frame).

Untuk penyambungan terminal box yang cukup besar, kontraktor akan menata beberapa kaber agar terlihat rapi dan aman dalam proses penginstalannya. Urutan kabel yang umum digunakan biasanya menggunakan 2 pair dengan warna biru, merah, hitam, putih. Jika menggunakan kabel 10 pair, maka akan ada masing-masing 5 jenis kabel dengan satu pembeda. Begitu seterusnya dengan pembeda lingkaran luar/dalam maupun pita putih, kuning, merah.

Setelah di tata rapi, kabel dan seperangkat alat pendukung akan di instalasi oleh kontraktor mekanikal elektrikal agar dapat digunakan. Beberapa alat seperti insertion tool ( kabel penghubung), disconnect pug (pemutus sambungan), test cord (alat uji coba) dan Arester (pengaman PABX) mungkin akan dibutuhkan. Untuk keamanan yang lebih tinggi, kontraktor HVCA akan mengatur suhu sesua standar keamanan.