Model Platfon Dan Tinggi Idealnya Untuk Perkantoran

Model Platfon Dan Tinggi Idealnya Untuk Perkantoran

Ruang perkantoran kini sangat memikirkan desain interior yang mendobrak bentuk kantor yang biasa. Meninggalkan bentuk kotak yang sederhana dengan meja, kursi dan perangkat kerja yang umum. Kini pemilik kantor mendambakan ruang kantor yang inspiratif dengan desain unik dan tidak membosankan. Idealnya, struktur desain kantor membuat pegawainya leluasa bergerak dan memiliki bentuk yang proporsional untuk menampung sejumlah karyawan. Semakin banyak pekerja dalam satu ruangan. semakin besar pula ruangannya dan makin tinggi plafonnya.

Contoh Kantor Dengan Tinggi Platfon yang Sehat

Bagian bangunan antara batas dinding dan atap berfungsi menutup rangka atap, visual pencahayaan, peredam panas bahkan suara. Selain fungsional platfon pada kantor dapat menjadi bagian desain kreatif yang atraktif. Namun, pastikan desain tersebut tidak terlalu rumit sehingga mengurangi ukuran platfon dan membuat ruang kantor menjadi sesak. Oleh karenanya, bagian yang sering diabaikan ini harus diperhatikan dengan baik.

1. Plafon Tipe Baki (Tray Ceiling)

Terdapat berbagai bahan baku platfon yang mudah dipasang, seperti plafon gypsum, triplek, pvc dan masih banyak lagi. Pada tipe plafon yang membentuk bagian tengahnya lebih tinggi memiliki bagian tersembunyi. Desainnya juga semakin cantik dengan tambahan lampu di bagian antara langit-langit dan plafon. Ruangan dengan plafon jenis ini memiliki ukuran ideal sekitar 3 sampai 5 meter yang merupakan ukuran standar baik di rumah maupun kantor. Bentuk langit-langit di tengah yang lebih tinggi juga secara tidak langsung memberikan tinggi tambahan.

 

2. Plafon Datar Konvensional

 

Versi standar ini menggunakan lembaran material plafon baik dari pvc, metal, kayu , grc atau gypsum secara mendatar tepat di bawah rangka atap. Untuk bangunan kantor bertingkat berarti juga langsung di bawah lantai berikutnya. Lazimnya, jarak pasang plafon dengan lantai adalah 3 hingga 5 meter dari lantai. Untuk memberikan tampilan yang lebih luas, dapat dipasang lebih tinggi lagi, bila masih ada ruangan.

3. Plafon Gantung

 

Kebalikan dari plafon baki yang bagian tengahnya menjadi lebih tinggi, plafon bergantung memiliki panel ringan yang dipasang di atas pafon datar dan menambahkan aksen lampu gantung.  Perkantoran modern yang tidak lagi mengikuti pola kotak atau persegi panjang ini membuat arsitek lebih bebas menetapkan rangka plafon. Untuk bentuk langit-langit seperti ini biasanya mengunakan papan gypsum. Harga plafon gypsum variatif sesuai kerumitan design yang diinginkan. Penambahan aksen butuh penambahan tinggi plafon lebih dari 5 meter agar terlihat tidak terlalu sempit karena ada tambahan dekorasi.

4. Plafon Rangka Atap Terekspos

Kantor dengan tinggi tidak lebih dari dua lantai cocok menggunakan model plafon ini. Fokus dekorasi yang diarahkan kelangit-langit menembus atap memberikan efek lega pada ruang kantor.  Kantor bergaya modern industrial paling cocok dengan plaforn gaya yang memberikan kesan unfinished ini.

 

Penjabaran pipa, kawat dan bagian lainnya dari bangunan yang terekspos kadang tidak membutuhkan plafon dan langsung memperlihatkan rangka atap dengan jelas. Jenis langit-langit ini memberikan kesan terbuka yang bersahabat dan asyik.

5. Plafon Tipe Grid atau Coffered

 

Plafon yang tersusun rapi ini mengambarkan panel dalam bentuk minimalis dengan panel kayu dengan bentuk tertentu. Plafon coffered sendiri menjadi sumber pencahayaan ruangan juga.

Dengan mengetahui jenis plafon yang umum digunakan, maka tinggi idealnya pun mengikuti bentuk desain langit-langit. Bila penerapan yang benar maka ruang kantor akan nyaman digunakan oleh banyak orang dalam waktu yang bersamaan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *