Proses Pengerjaan Floor Hardener untuk Lantai Bangunan

Proses Pengerjaan Floor Hardener untuk Lantai Bangunan

Anda berencana untuk mengaplikasikan floor hardener dalam proyek pembangunan? Biasanya, pemanfaatkan floor hardener ini digunakan untuk lapisan lantai bangunan bangunan besar. Misalnya saja untuk area parkir, lahan untuk area bongkar muatan, tangga darurat, pabrik, dan lantai lain yang harus dibuat dengan kuat.

Kini penggunaan floor hardener sendiri sudah sangat umum dilakukan. Terlebih lagi untuk gedung gedung di kawasan perkotaan. Karena pemanfaatannya cukup efektif serta akan mengurangi biaya untuk perawatan dan renovasi lantai gedung. Namun pastinya proses pengerjaan haruslah dilakukan oleh tenaga yang berpengalaman, ataupun menggunakan jasa floor hardener.

Manfaat Menerapkan Floor Hardener

loor hardener untuk pelapis lantai ini, memang sengaja dibuat untuk memperkuat dan mengeraskan permukaan lantai. Nantinya, floor hardener ini akan menjadi  bahan yang dicampurkan pada material batu dan semen sebagai material pembuat lantai. Sistem kerja floor hardener, yakni dengan menambah tingkat kepadatan pada beton serta merapatkan celah atau pori-pori dari material lantai.

Dengan pengaplikasian floor hardener, tentu diharapkan lantai akan menjadi lebih kuat dan memiliki tingkat kepadatan yang lebih tinggi. Sehingga lantai akan lebih awet dan tahan dari adanya tekanan yang keras. Tentu saja dalam pengerjaannya anda tidak boleh asal, dan harus menggunakan jasa floor hardener yang berkualitas dan berpengalaman.

Proses pengerjaan Floor Hardener

Proses pengerjaan Floor Hardener

Dalam proses pengerjaan floor hardener, ada beberapa rangkaian prosedur yang haruslah dilakukan dengan tepat. Secara singkat, tahapan yang harus dilalui adalah pengecoran, perataan, penaburan bubuk floor hardener, dan penghalusan. Nah, agar lebih detail, rangkaian prosedur dalam proses pengerjaan hardener yang harus dilakukan adalah sebagaoi berikut.

1. Pengecoran

Sebelum tahap pengecoran, anda diharuskan untuk mengecek kondisi lantai beton harus sesuai standart, yakni menggunakan 300 kg semen per m3. Usahakan agar terhindar dari segresi, serta minimalkan kandungan air di dalamnya. Tambahkan juga conplast agar lebih mudah dalam pross pengecoran lantai.

2. Perataan

Pastikanlah bahwa lantai yang sudah dicor berkualitas padat, pori pori rapat, serta ketahahanan yang kuat. Perhatikan tidak ada lantai yang retak ataupun terjadinya lantai surut. Uji juga kekerasan lantai dengan cara menginjak –nginjaknya agar terlihat penyurutan jika kurang padat.

3. Penaburan bubuk hardener

Tahap penaburan ini haruslah dilakukan saat lantai dalam kondisi sudah kering. Proses penaburan bubuk floor hardener ini bisa kamu lakukan pada lantai yang berukuran 1 meter persegi dengan bubuk floor hardener sebanyak 4 kg. Nah, sementara untuk penaburan pada lantai yang luas, sebaiknya penaburan haruslah bertahap untuk melihat hasilnya. Perhatikan warna lantai yang sudah ditabur bubuk floor hardener menjadi kehitaman dan sudah tampak keras.

4. Penghalusan

Jika sudah terlihat lantai tampak keras dan berwarna hitam, tahap selanjutnya adalah penghalusan dengan ditrowel ataupun penggosokan.  Setelah seluruh lantai digosok, kemudian selimuti lantai tersebut menggunakan kompon curing. Tahapan ini sangat penting untuk mengurangi terjadinya penguapan air. Tunnggu hingga 48 jam untuk mendapatkan hasil pengerjaan yang maksimal. Selanjutnya, baru lakukan penghalusan lantai menggunakan mesin trowel.

Tahapan tahapan pengerjaan floor hardener di atas tidak boleh sampai ada yang terlewati. Karena akan mengurangi kualitas hasilnya. Anda pasti tidak ingin lantai tersebut cepat rusak sehingga  tidak bertahan lama. Terlebih lagi, harga floor hardener sika tidaklah murah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *